Tampilkan postingan dengan label Pupuk Organik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pupuk Organik. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Juni 2013

Sukses Budidaya Jahe di Polybag, Bisa Gajian Tiap Bulan

Memilih tanaman budidaya yang tepat memang sangat berpengaruh pada hasil dan keuntungan yang akan didapat, namun jika terlalu lama memilih tanaman yang tepat maka keuntungan yang diharap akan terlewat karena musim, dan harga biasanya berkaitan, dimana musim yang kurang mendukung harga komoditi tertentu mencapai harga tertinggi, dan sebaliknya saat musim baik dan banyak orang berbudidaya biasanya hargapun juga turun hal ini sesuai dengan hukum ekonomi. Untuk mencegah hal itu terjadi, maka Petani tak perlu tunggu musim atau rame- rame menanam, sehingga tidak lagi terjadi “panen massal”, dengan demikian tak perlu terjadi penurunan harga dikarenakan terlalu banyak stok dan menurunnya jumlah permintaan. 


            Kita tentukan saja pilihan kita kali ini pada tanaman budidaya Jahe Merah. Tanaman ini tak terlalu sulit dalam berbudidayanya. Cukup di sela-sela tanaman pokok (sengon, kopi, atau tanaman buah-buahan ), Media tanam bisa menggunakan Karung/Glangsing/Polybag yang telah diisi Bokashi dan tanah dengan perbandingan 1: 3. Pengisian media tanam awalnya hanya perlu diisi setinggi kira-kira 15 cm.

            Sebagai pertimbangan nilai ekonomi Polybag yang diisi 2 - 3 tunas bibit Jahe seharga Rp. 500,-  dalam waktu 8 - 10 bulan bisa berkembang menjadi 20 kg. (jika menggunakan cara konvensional, estimasi 1 rumpon hanya kisaran 2 kg). Misalnya estimasi harga ± Rp 25.000 –  Rp. 40.000, maka per polybag dapat menghasilkan Rp. 500.000,- sampai Rp. 800.000,-. Jika Anda mempunyai 100 polybag saja maka estimasi Hasil kotor yang anda peroleh adalah Rp. 50.000.000,- sampai Rp. 80.000.000,- Sebuah keuntungan yang sangat fantastis bukan…??? Itulah potensi keuntungan yang bisa kita dapatkan, tentu dengan POLA HCS, bukan Pola Konvensional. 



            Dengan perawatan sangat sederhana yakni pemupukan berkala dengan Bokashi dan SOT HCS yang dikocorkan maupun disemprot pada bibit yang ditanam, penyemprotan dan pengocoran SOT hanya perlu dilakukan 2 minggu sekali dan penambahan Bokashi dilakukan seiring pertumbuhan tunas sampai Polybag terisi dengan ketinggian 80%. Setelah Polybag terisi Tanah dan Bokashi, maka yang dilakukan tinggal perawatan sampai panen, antara 8 – 10 bulan.

            Dan seandainya semua mau bergerak memanfaatkan tanah kosong , di pot-pot, polybag, atau pekarangan kita yang tersisa, meskipun tak begitu luas seperti program pemerintah ‘Apotik Hidup’ beberapa tahun lalu, maka kampung tempat kita tinggalpun akan mampu swasembada Jahe, bahkan tak menutup kemungkinan menembus pasar dunia.


PEMBIBITAN :
Untuk bibit jahe yang sudah siap tanam / atau yang sudah bertunas skitar 5-10 cm, namun jika susah memperoleh bibit tunas kita bisa menyemai sendiri bibit jahe yang akan ditanam. Ada beberapa teknik penyemaian. Disini saya bahas salah satunya saja yaitu penyemaian jahe dalam kotak kayu.

Rimpang jahe yang baru dipanen dijemur sementara (tidak sampai kering), kemudian disimpan sekitar 1-1,5 bulan. Patahkan rimpang tersebut dengan tangan dimana setiap potongan memiliki 3-5 mata tunas dan dijemur ulang 1/2-1 hari. Selanjutnya sebelum disemai bibit harus dibebaskan dari virus penyakit dengan cara potongan bakal bibit tersebut dikemas ke dalam karung  lalu dicelupkan dalam larutan PHEFOC selama 15 menit lalu keringkan. (Larutkan 1 tutup PHEFOC ke dalam 14 liter air, tambahkan 2 sendok makan gula pasir, diamkan selama 15 menit, larutan PHEFOC telah siap untuk digunakan).

Rendam kembali dengan zat pengatur tumbuh SOT sekitar 6 jam. ( Larutkan 5 tutup SOT dengan 14 liter air, tambah 2-3 sendok makan gula pasir, diamkan terlebih dahulu selama 15 menit), larutan siap digunakan. Setelah perendaman lalu tiriskan sampe kering. Benih telah siap disemaikan.
 
Lakukan cara penyemaian dengan peti kayu sebagai berikut: isi kotak kayu dengan tanah+bokashi 3:1 lalu benamkan rimpang jahe tutup dgn tanh/daun kering tipis-tipis, rawat dengan menyirami 2x sehari.Setelah 2-4 minggu lagi, bibit jahe tersebut sudah siap dipindah ke karung/polibag/keranjang tanam

PENANAMAN 
siapkan alat dan bahan :          - cangkul / sekop (untuk mengaduk)
                                                - karung / polibag / keranjang (pakai yg bekas )
                                                - ember
                                                - bokashi
                                                - tanah
Ambil rimpang jahe dari kotak penyemaian kemudian patah-patahkan dengan tangan rimpang jahe tersebut menjadi 2 - 3 ruas, dimana 1 ruasnya terdapat minimal 2 mata tunas. 
Lalu buat campuran antara tanah dan bokashi dengan perbandingan 3:1 . Masukkan campuran tanah dan bokashi ke dalam karung/polibag/keranjang dengan ketinggian sekitar 15cm , jika menggunakan media karung sesuaikan terlebih dahulu tinggi karung dengan cara menekuk bagian atas karung seperti gambar paling atas agar ketinggian sesuai.
kemudian masukan tunas bibit jahenya, ( satu karung bisa diisi sekitar 3-4 titik tanam  untuk hasil yang maksimal)
Setelah selesai penanaman keseluruhan siram dengan air . Selama sekitar seminggu lakukan penyiraman rutin pagi dan sore agar tunas tidak layu/ kering.

PERAWATAN / PEMUPUKAN


Sirami tiap hari minimal sehari sekali, tapi jika cuaca panas atau musim kemarau sebaiknya siram 2 x sehari.

Sekitar usia 2-4 minggu lakukan pengocoran dengan fermentasi SOT.
(SOT 5 tutup, Gula 3 sendok makan, Urine 2 liter, Feses 2 liter, difermentasi 24 jam). setelah fermentasi jadi campur dengan 15 liter air lalu gunakan untuk mengocor/ menyiram.
Lakukan penyemprotan dengan SOT dan PHEFOC secara bergantian dengan interval 2minggu-4 minggu sekali.
(bahan untuk menyemprot SOT/PHEFOC 5 tutup, Gula 3sendok, bisa ditambah urine 0,5 liter fermentasi 24jam) kemudian campur air 1 tangki dan siap disemprotkan.

Lakukan pengurukan kembali dengan tanah + bokashi (3:1) pada usia 2-3 bulan atau jika terlihat rimpang jahe yang menyembul keluar timbun/uruk sekitar 10cm. 

Lakukan pengurukan ini berulang-ulang seiring pertumbuhan jahe hingga usia sekitar 8 bulan atau sampai karung /polibeg / keranjang terisi penuh dengan tanah urukan.

Dengan teknik pengurukan seperti ini kita akan mendapatkan hasil yang lumayan melimpah, karung /polibag/keranjang kita akan terisi penuh dengan rimpang jahe.

bahkan ada salah satu mitra HCS yang panen jahe satu karung/polibag/keranjang berisi 20kg jahe wooww....dahsyat bukan...???.
Jika langkah-langkah diatas sudah kita lalui selama 8-10 bulan, sudah saatnya jahe kita siap dipanen.
 
 GAJIAN TIAP BULAN.
 Banyak orang beranggapan "bertani itu tidak bisa memberi penghasilan tiap bulannya", Bertani hanya memberi penghasilan pas pada waktu panen saja. Menurut saya anggapan ini 100% salah, buang jauh2  tuh anggapan seperti itu.
Bagaimana cara mempunyai penghasilan tiap bulannya dari bertani disini kita akan membahasnya. 
Ya salah satunya dengan cara menanam jahe dengan media karung/glangsing/polibag.

Caranya tiap bulannya kita musti tanam jahe ya misal 20-40 polibag/karung. Jadi diawal tiap bulannya kita tanam jahe. Contoh misal bulan january minggu awal kita tanam 40 polibag/karung jahe, maka bulan february di minggu awal berikutnya kita tanam lagi 40 polibag/karung, begitu juga bulan maret dan bulan-bulan berikutnya. 

Kalau tanam terus kapan panennya hehe..??
Biasanya jahe sudah bisa dipanen di usia 8-10 bulan, lebih baik kwalitasnya jika panen di usia 10 bulan saja supaya jahe matang tua sempurna. Jadi untuk jahe yang kita tanam di bulan january kita panennya di bulan november awal, bulan february panen di bulan desember, maret panen di january, begitu seterusnya sehingga mulai bulan november sampai kedepan kita akan mempunyai penghasilan tiap bulannya dari hasil bertani.
Untuk skema tanam dan waktu panen bisa dilihat dari tabel di bawah ini.
Waktu Tanam
Jumlah Tanam
Waktu Panen
January
40 karung
November
February
40 Karung
Desember
Maret
40 Karung
January
April
40 karung
February
Mei
40 karung
Maret
Juny
40 karung
April
July
40 karung
Mey
agustus
40 karung
Juny
September
40 karung
July
Oktober
40 karung
Agustus
November
40 karung
September
Desember
40 karung
Oktober

Hitung-hitunganya gimana? berapa rupiah yang kemungkinan bisa kita hasilkan tiap bulan.

Modal Tiap bulannya :

Bibit jahe 40 rimpang x Rp.1.000,-     Rp.40.000 === > ( sekitar 1,5 - 2 kg jahe )

Polibag/karung 40 x Rp.1.500             Rp.60.000

Pupuk SOT dan Phefoc                        Rp.70.000
TOTAL                                             Rp.170.000,- 

Hasil tiap bulannya :                            
      Tanam jahe media karung dengan pola HCS bisa menghasilkan 10-20kg tiap polibag/karungnya. Tapi disini kita ambil contoh hasil terendah saja misalkan saja 1 polibag/karung menghasilkan 5 kg jahe dan harga jual per kilo jahe Rp.15.000.

Maka :   40 karung x 5kg                 200kg

               200kg x Rp.15.000           
Rp.3.000.000

Jadi bisa kita ketahui nantinya mulai bulan november sampai terus kedepan kita akan mendapat penghasilan Rp. 3.000.000. hasil ini bisa lebih jika hasil panen kita bisa maksimal dan harga jual jahe naik. 
Semoga saja artikel ini bermanfaat.
Bagaimana..Siap Menerima Tantangan…???
GO….SUCCESS…!!
Sumber artikel dan foto : http://jahehcs.tk/

Minggu, 03 Februari 2013

Cara Pembuatan Pupuk Kompos

Pembuatan Pupuk Kompos


Pupuk kandang yang sudah gembur, bekas gergajian kayu selain kayu jati atau sekam padi dan SOT. Pupuk kadang dicampur dengan bekas gergajian kayu (bisa dicampur dengan daun-daunan atau sekam) 1:1 dan disiram dengan air larutan SOT (5-7 tutup botol SOT : 15 – 20 liter air dan tetes 100 cc (1 gelas kecil). Setelah dicampur merata dimasukkan ke dalam wadah yang tertutup rapat (angin tidak bisa masuk) selama 3 hari lalu buka/angin-anginkan sampai kondisi dingin lagi setelah mengalami proses pemanasan. Siap ditebarkan di lahan yang akan ditanami.

Tebarkan pada pagi hari sebelum jam 07.00 wib atau sore hari setelah jam 16.00 wib. 
Jika kotoran yang dipakai berasal dari Ternak yang belum menggunakan POLA HCS, maka kotoran harus di fermentasi dulu dengan PHEFOC selama 24 jam, dan dibutuhkan 2 ton Bokashi untuk 1 hektarnya.

Jika kotoran berasal dari Ternak yang telah menggunakan POLA HCS, maka kebutuhan per hektar hanya 8 kwintal Bokashi.

Sabtu, 29 Desember 2012

MENGATASI SEGALA JENIS HAMA TANAMAN, HASIL PANEN MELIMPAH

 
Untuk mengatasi kemungkinan serangan hama padi (Pestisida, Herbisida, Fungisida, dll,), PT HCS telah  mengembangkan Pengendali Hama Organicyang bisa diandalkan dan telah terbukti sangat ampuh untuk segala jenis hama. Aplikasi yang tepat akan dijelaskan pada saat training. 
PHEFOC mempunyai fungsi sebagai berikut :
· Membasmi wereng, serangga, ulat dan lain-lain.
· Memulihkan tanaman dari serangan SUNDEP
· Membasmi jamur tanaman, pada buah, batang dan daun.
· Membasmi gulma (benih rumput).
· Mempercepat pertumbuhan
· Memaksimalkan proses pembuahan

Cara Meningkatkan Produksi Padi Organik



1. Pemilihan Benih Padi Berbasis  Organik Pola HCS

Benih adalah termasuk kunci utama yang menentukan keberhasilan usaha tani. Oleh karena itu perlu dilakukan pemilihan benih bermutu dengan metode cepat dan mudah sebagai berikut:
a. Masukkan air bersih 2 – 10 L ke dalam wadah.
b. Masukkan telur ayam atau itik tanpa dipecah ke dalam air.
c. Masukkan garam dapur berlahan-lahan dan diaduk hingga larut. Hentikan penambahan garam ketika telur tersebut sudah naik ke permukaan air.
d. Masukkan benih ke dalam air larutan bergaram. Benih yang mengambang di permukaan air diambil / tidak digunakan.
e. Ambil benih yang tenggelam dan bersihkan dengan air bersih sampai hilang rasa garamnya. Buang airnya sampai tuntas.
f. Rendam benih dengan PHEFOC selama 15 menit lalu tiriskan sampai kering.
g. Rendam benih dengan Larutan SOT selama 24 jam.
h. Tiriskan/Diperam terlebih dahulu selama satu hari satu malam. Yaitu dikering-anginkan dalam wadah yang dilapisi dengan kertas tissue, Koran, atau daun pisang.

Pemeraman dimaksudkan agar benih tumbuh seragam.
Benih yang baik untuk disemai/ disebar adalah ketika belum tumbuh akar dan sudah terdapat bintik-bintik pada lembaga/ embrio.
Kebutuhan benih padi per hektar : 7-10 Kg benih.(dengan cara konvensional bisa sampai 20 Kg/Ha).

2. Persemaian Padi Berbasis  Organik Pola HCS
a. Lahan persemaian diolah sebagaimana biasa hanya saja ditambah dengan disiraman air yang dicampur SOT. Ukuran 4-8 tutup Bio Organik SOT HCS untuk 15 Liter. Air. Lebih baik jika tanah yang disiram dalam keadaan kering / tidak tergenang air. .
b. Lahan bedengan persemaian sebaiknya diberi pembatas bambu atau kayu.
c. Masa persemaian tidak lebih dari 14 hari.
d. Setelah dicabut dan ditali masukkan ke dalam bak air yang telah dicampur dengan SOT atau ditaruh di atas tanah yang digenangi air yang sudah dicampur dengan SOT agar akar bibit padi terkena air campuran SOT sehingga setelah ditanam tidak mengalami stress atau layu.. Yakni sekali ditanam langsung bisa hidup.

3.   Pengolahan Lahan Padi Berbasis  Organik Pola HCS:
a. Sebelum dibajak, lakukan penyiangan sinar matahari selama 15 hari, agar sinar matahari bekerja mengangkat top soil (lapisan paling subur) pada tanah.
b. Bajak lahan sama dengan yang biasa dilakukan selama ini, lalu semprotkan PHEFOC merata ke permukaan tanah. Biarkan 1 hari lalu di LEP/digenangi air dan biarkan selama 14 hari.
c. Setelah dibrujul pertama / sebelum pengolahan lahan terakhir (sebelum digaru), taburkan BOKASHI. Sehari sebelum tanam siram dengan air campuran SOT sampai merata (menggunakan gembor atau disemprot). Ukuran 7-8 tutup botol Bio Organik dicampurkan dengan 15 liter air.
d. Pada petakan lahan dibuatkan saluran air (got/kanal) dengan jarak 3 meter utamanya tepi kanan – kiri, kedalaman 20 cm - 30 cm untuk memperlancar sirkulasi air.


(1)     Cara buat kompos
Pupuk kandang yang sudah gembur, bekas gergajian kayu selain kayu jati atau sekam padi dan SOT. Pupuk kadang dicampur dengan bekas gergajian kayu (bisa dicampur dengan daun-daunan atau sekam) 1:1 dan disiram dengan air larutan SOT (5-7 tutup botol SOT : 15 – 20 liter air dan tetes 100 cc (1 gelas kecil). Setelah dicampur merata dimasukkan ke dalam wadah yang tertutup rapat (angin tidak bisa masuk) selama 3 hari lalu buka/angin-anginkan sampai kondisi dingin lagi setelah mengalami proses pemanasan. Siap ditebarkan di lahan yang akan ditanami.

Tebarkan pada pagi hari sebelum jam 07.00 wib atau sore hari setelah jam 16.00 wib. 
Jika kotoran yang dipakai berasal dari Ternak yang belum menggunakan POLA HCS, maka kotoran harus di fermentasi dulu dengan PHEFOC selama 24 jam, dan dibutuhkan 2 ton Bokashi untuk 1 hektarnya.

Jika kotoran berasal dari Ternak yang telah menggunakan POLA HCS, maka kebutuhan per hektar hanya 8 kwintal Bokashi.

4.   Penanaman Padi Berbasis  Organik Pola HCS
a. Siapkan  Bibit tanaman padi F1.
b. Rendam dengan PHEFOCselama 15 menit lalu tiriskan sampai kering.
c. Setelah kering, rendam dengan larutan SOT selama 24 jam, tiriskan sampai kering, esoknya siap ditabur ke pembenihan.Setelah usia 14 hari, maka benih telah siap ditanam.
d.  Cara penanaman : akar semai dibenamkan pada tanah hingga kedalaman 1 cm-2 cm dengan posisi perakaran horizontal seperti huruf “L” untuk memperbanyak peranakan, mempercepat pertumbuhan dan perkembangan akar. Dengan ini tenaga tanam perlu ditraining / diajari lebih dulu.
e. Pengaturan jarak tanam: dilakukan dengan pola bujur sangkar dengan jarak tanam 25x25, 30x30, 40x40 (2) Jarak tanam yang efektif adalah 30x30.  Jarak tanaman akan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan akar dan peranakan lebih produktif,  lebih meningkat karena persaingan oxygen, energy matahari dan nutrisi semakin berkurang.
5.   Pemupukan Berbasis Organik Pola HCS
1.             Pupuk utama lokal adalah memanfaatkan kompos jerami, pupuk kandang atau pupuk organic lainnya yang sekiranya mudah diperoleh.
2.             Penggunaan pupuk anorganik (Urea, NPK dll) dilakukan seperti biasa hanya saja untuk masa tanam pertama dikurangi 70% dari kebiasaannya, masa tanam ke dua dikurangi 80%, masa tanam ke tiga sampai tanaman ke enam dikurang 90%, dan pada tanaman ke tuju jika kondisi tanah sudah terlihat normal sudah bisa lepas dari pupuk anorganik (pupuk berkmia) 100%.
3.             Penggunan Suplemen Organik Tanam (SOT) selain disiramkan ke lahan seperti di atas juga disemprotkan dengan aturan:
Menggunakan ukuran 3-4 tutup botol HCS Bio Organik dilarutkan dengan 14 liter air.
Penyemprotan pertama ketika tanaman berumur 5 hari setelah tanam dan dilakukan tiga kali penyemprotan dengan jarak waktu 15 hari sekali.
Waktu penyemprotan: Lakukan penyemprotan sore hari di atas jam 16.00 wib atau pagi sebelum jam 07.00 wib.
Arahkan pada sisi bawah daun, karena mulut daun/stomata berada pada sisi bawah daun.
6.    Pengaturan Air
Tanaman padi bukanlah tanaman air, tetapi tanaman yang bertahan hidup dalam kondisi tergenang air. Agar dapat hidup dalam ekosistem basah, padi memerlukan energy yang besar untuk membentuk kantung udara (jaringan aerenchym). 
Hasil penelitian para ahli menunjukkan perkembangan dan pertumbuhan akar pada tanaman padi akan terhambat dengan kondisi penggenangan air. Selama periode tersebut sekitar 70% akar tanaman mengalami degradasi dan kematian. 
Perkembangan dan pertumbuhan tanaman padi paling baik adalah dalam kondisi tanah lembab (aerob) selama fase vegetative. 
Pengaturan tata udara tanah melalui pemberian air (lembab dan basah secara bergantian) akan meningkatkan keaneka-raganman dan peranan biota tanah dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Dengan rendemen air 30% sudah sangat ideal.
Oleh karena itu perlu sekali adanya pengaturan pengairan tanaman padi, 
sebagai berikut:
a.   Pada fase vegetatif awal pertahankan tanah dalam kondisi lembab.
b.   Pada umur 1-8 hari setelah tanam (hst) keadaan tanah sebaik-nya lembab supaya tata udara tanah tetap baik.
c.   Menjelang (hari ke 9-10 setelah tanam) air digenang 2-3 cm
d.  Pada umur 19-20 hst pemberian air dilakukan untuk memper-tahankan tanah tetap lembab. Kemudian untuk merangsang pertumbuhan akar biarkan tanah sampai retak-retak (tapi tanaman tetap segar).
e. Pada awal fase pembungaan lakukan penggenangan air sekitar 1-2 cm hingga padi masa susu (sekitar 25 hari sebelum panen).
f.    Pengeringan hingga panen.
g.  Pengendalian Hama Menggunakan Organic PHEFOC

 MENGATASI SEGALA JENIS HAMA TANAMAN / PADI
Untuk mengatasi kemungkinan serangan hama padi (Pestisida, Herbisida, Fungisida, dll,), PT HCS telah  mengembangkan Pengendali Hama Organik yang bisa diandalkan dan telah terbukti sangat ampuh untuk segala jenis hama. Aplikasi yang tepat akan dijelaskan pada saat training. 
PHEFOC mempunyai fungsi sebagai berikut :
· Membasmi wereng, serangga, ulat dan lain-lain.
· Memulihkan tanaman dari serangan SUNDEP
· Membasmi jamur tanaman, pada buah, batang dan daun.
· Membasmi gulma (benih rumput).
· Mempercepat pertumbuhan
· Memaksimalkan proses pembuahan 
PRODUKSI
Produktivitas tanaman padi dengan TP3BO sangat mengagumkan, meningkat sampai di atas 40%. Kenaikan produksi tersebut terjadi karena peningkatan jumlah anakan produktif 30-90 per rumpun, jumlah malai sekitar 40-60/rumpun, panjang malai dan jumlah gabah isi meningkat tajam. Selain itu padinya sudah organik.


Sabtu, 22 Desember 2012

Suplemen Organic Tanaman (SOT)


Untuk Meningkatkan Hasil Produksi Pangan, Tanpa Pupuk Kimia, 

Lebih Hemat, Hasil Meningkat Dan Hama Terkendali


Dengan Pola Pertanian yang dikembangkan “PT HCS”, maka pemakaian SOT mutlak sangat diperlukan setiap langkah-langkah aplikasi.



Manfaat penggunaan SOT adalah :
1.    Meningkatkan hasil panen 40 – 100%.
2.    Mencegah gugur bunga dan buah.
3.    Memperkuat jaringan akar dan batang.
4.    Berfungsi sebagai katalisator, dapat mengurangi penggunaan pupuk dasar   sampai 80%
5.    Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan penyakit terutama fungi/ cendawan
6.    Mempercepat panen untuk tanaman semusim
1.      Memperpanjang masa produktif tanaman yang sedang ber-produksi, untuk        tanaman yang tidak habis  panen. Misal: tomat, cabe, kacang panjang, mentimun dll.
7.    Sangat baik untuk diterapkan pada proses persemaian dan pembibitan.
8.    Setelah 6 Periode tanam tidak perlu lagi menggunakan pupuk kimia/urea.
9.    Pada Periode tanam pertama, pemakaian urea dikurangi 70%, pada Periode  tanam ke-2 pemakaian pupuk urea dikurangi 80% dan pada Periode tanam ke-3 sampai ke-6 dikurangi 90%, dan pada periode tanam berikutnya sudah TIDAK PERLU lagi memakai UREA 100%.
10. Segala jenis hama lebih terkendali.
11. Hasil panen meningkat tajam daripada periode tanam sebelumnya
12. Biaya perawatan/pemupukan lebih rendah
13. Keuntungan makin berlipat.

          CATATAN :
Untuk Sawah 1 hektar, hanya memerlukan 6 botol SOT (isi 0,5 liter per botol)



CARA PENGGUNAAN

v  Untuk Tanaman Lemah, seperti kol, sledri, dll dengan menggunakan 3 tutup botol HCS Bio Organik dilarutkan dengan 14 liter air. Lakukan penyemprotan 3 kali ber-turut-turut dengan jarak waktu 10 hari sekali. Pertama penyemprotan tanaman berumur 10 hari setelah tanam.

v  Untuk Tanaman Yang Tidak Berbatang Kayu : seperti padi, jagung, cabe, tomat, dll.dengan menggunakan 3 tutup botol HCS Bio Organic dilarutkan dengan 14 liter air. Penyemprotan pertama tanaman berumur 15 s/d 20 hari setelah tanam dan dilakukan 3 kali penyemprotan dengan jarak waktu 15 hari sekali.

v  Untuk Tanaman Tinggi / Berbatang Kayu: seperti kelapa sawit, jeruk, coklat, cengkeh, kopi, dll. adalah menggunakan perbandingan 5:500 atau setiap 10 cc HCS Bio Organic dilarutkan dengan 5 liter air. Lakukan 3 atau 4 kali penyemprotan dengan tenggang waktu 1 minggu dan diulangi 3 sampai 5 bulan kemudian.

v  Untuk Tanaman Hias: seperti mawar, anggrek, melati, dll, menggunakan perbandingan 1:1.500 atau setiap satu tutup botol HCS Bio Organic dilarutkan dengan 15 liter air. Lakukan penyemprotan 2 minggu sekali.



Catatan :

-      Waktu penyemprotan pagi hari sebelum pukul 07.00 atau sore hari di atas jam 16.00 wib.

-       Semprot pada sisi bawah daun.