Sabtu, 22 Desember 2012

Suplemen Organic Tanaman (SOT)


Untuk Meningkatkan Hasil Produksi Pangan, Tanpa Pupuk Kimia, 

Lebih Hemat, Hasil Meningkat Dan Hama Terkendali


Dengan Pola Pertanian yang dikembangkan “PT HCS”, maka pemakaian SOT mutlak sangat diperlukan setiap langkah-langkah aplikasi.



Manfaat penggunaan SOT adalah :
1.    Meningkatkan hasil panen 40 – 100%.
2.    Mencegah gugur bunga dan buah.
3.    Memperkuat jaringan akar dan batang.
4.    Berfungsi sebagai katalisator, dapat mengurangi penggunaan pupuk dasar   sampai 80%
5.    Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan penyakit terutama fungi/ cendawan
6.    Mempercepat panen untuk tanaman semusim
1.      Memperpanjang masa produktif tanaman yang sedang ber-produksi, untuk        tanaman yang tidak habis  panen. Misal: tomat, cabe, kacang panjang, mentimun dll.
7.    Sangat baik untuk diterapkan pada proses persemaian dan pembibitan.
8.    Setelah 6 Periode tanam tidak perlu lagi menggunakan pupuk kimia/urea.
9.    Pada Periode tanam pertama, pemakaian urea dikurangi 70%, pada Periode  tanam ke-2 pemakaian pupuk urea dikurangi 80% dan pada Periode tanam ke-3 sampai ke-6 dikurangi 90%, dan pada periode tanam berikutnya sudah TIDAK PERLU lagi memakai UREA 100%.
10. Segala jenis hama lebih terkendali.
11. Hasil panen meningkat tajam daripada periode tanam sebelumnya
12. Biaya perawatan/pemupukan lebih rendah
13. Keuntungan makin berlipat.

          CATATAN :
Untuk Sawah 1 hektar, hanya memerlukan 6 botol SOT (isi 0,5 liter per botol)



CARA PENGGUNAAN

v  Untuk Tanaman Lemah, seperti kol, sledri, dll dengan menggunakan 3 tutup botol HCS Bio Organik dilarutkan dengan 14 liter air. Lakukan penyemprotan 3 kali ber-turut-turut dengan jarak waktu 10 hari sekali. Pertama penyemprotan tanaman berumur 10 hari setelah tanam.

v  Untuk Tanaman Yang Tidak Berbatang Kayu : seperti padi, jagung, cabe, tomat, dll.dengan menggunakan 3 tutup botol HCS Bio Organic dilarutkan dengan 14 liter air. Penyemprotan pertama tanaman berumur 15 s/d 20 hari setelah tanam dan dilakukan 3 kali penyemprotan dengan jarak waktu 15 hari sekali.

v  Untuk Tanaman Tinggi / Berbatang Kayu: seperti kelapa sawit, jeruk, coklat, cengkeh, kopi, dll. adalah menggunakan perbandingan 5:500 atau setiap 10 cc HCS Bio Organic dilarutkan dengan 5 liter air. Lakukan 3 atau 4 kali penyemprotan dengan tenggang waktu 1 minggu dan diulangi 3 sampai 5 bulan kemudian.

v  Untuk Tanaman Hias: seperti mawar, anggrek, melati, dll, menggunakan perbandingan 1:1.500 atau setiap satu tutup botol HCS Bio Organic dilarutkan dengan 15 liter air. Lakukan penyemprotan 2 minggu sekali.



Catatan :

-      Waktu penyemprotan pagi hari sebelum pukul 07.00 atau sore hari di atas jam 16.00 wib.

-       Semprot pada sisi bawah daun.

Senin, 17 Desember 2012

Skema pertanian dan peternakan berkelanjutan..

Kenapa ber-ternak kambing gibas, kambing etawa atau sapi sangat menguntungkan?

Ternak Kambing
Sebagai seorang agripreneur atau pebisnis petani peternak maka dengan adanya ternak, kita bisa seperti mempunyai pabrik pupuk sendiri. Ini menepis anggapan bahwa untuk memupuk 1 hektar sawah membutuhkan 8 ton pupuk kandang. Padahal kenyataanya dengan teknologi pertanian modern maka cukup dibutuhkan 5 kuintal kotoran saja, itu bisa dihasilkan dengan 2 ekor sapi atau 20 ekor kambing. Jadi kita tidak perlu beli pupuk.

Nah.. Dengan pupuk ini maka kita bisa memupuk ladang pertanian sendiri dengan hasil yang memuaskan. Kita akan memperoleh hasil pertanian banyak dan bahan pakan ternak melimpah. Tidak perlu beli pakan ternak karena bisa di dapat dari ladang sendiri.
Pabrik Pupuk

Karena ternak kambing/sapi kita terpenuhi gizinya maka ternak kita bertambah gemuk, kita bisa panen hasilnya. Berupa daging berupa kotoran untuk digunakan pupuk lagi, pupuk juga masih bisa dijual.

Maka petani akan mendapatkan keuntungan berkali kali lipat.
Dengan teknologi dan pola tani ternak modern semua hasil ladang dan hasil ternak bisa dimanfaatkan dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Selain itu kita turut membantu memecahkan problem social, misalnya bau kotoran ternak hilang, tumpukan jerami yang tadinya dibakar dan asapnya mengganggu hilang, jerami yang jadi sarang binatang mbuk-mbuk juga hilang, petani makin sejahtera, dll.

Kita tidak sekedar mengkampanyekan tentang jual produk semata, kita melatih petani peternak kambing/sapi untuk berfikir maju kedepan. Karena pertanian dan pe ternakan merupan tulang punggung kehidupan. Bagaimanapun juga selama manusia hidup akan tetap butuh makan. Alam ini disediakan untuk kita, dan otak ini diberikan untuk manusia agar kita bisa memanfaatkan sebaik-baiknya untuk kebaikan.

Sawah Subur
Pakan Melimpah
Kambing Kenyang
Ladang Subur


Panen daging kambing
Skema pertanian dan peternakan berkelanjutan diatas hanya bisa di lakukan dengan ILMU. Mari bertani, mari berternak kambing, mari berternak sapi. Mari kita menjadi manusia yang maju.

SOSIALISASI TERNAK KAMBING MODERN

GRATISS..!!

Dapatkan Informasi ternak kambing/sapi dan pertanian dari komunitas petani peternak tentang apa saja yang ingin di ketahui (harga, pemasaran, bibit, pakan, peluang, dll) Langsung dari sumbernya. 

kunci ilmu adalah: bertanya..!

INFO PELATIHAN TANI TERNAK KAMBING SAPI DAN PERTANIAN MODERN

PAK JALU 

INDOSAT 62811950455 
TELKOMSEL 0811950455

    Sabtu, 15 Desember 2012

    Menuju Pertanian Berkelanjutan Bersama PT. HCS

    Indonesia mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani,disamping itu juga jumlah lahan pertanian dan perkebunan hampir 2/3 luas tanah negeri ini sehingga indonesia didapok sebagai negara agraris,dengan 2 musim yang ada di Indonesia yakni musim hujan dan musim kemarau maka pertanian dinegeri ini berpotensi mengalami 3 kali masa panen (2 kali panen padi ,1 kali penen polowijo).

    Struktur tanah indonesia dikenal sangat subur hingga bercocok tanam apapun bisa tumbuh dan berkembang dengan baik,karena ketersediaan unsur hara alami tersedia melimpah ruah.akan tetapi seiring dengan datangnya para pembaharu dibidang pertanian seperti Norman bulgoud dengan green revolution nya melalui 4 komponen dalam pertanian yakni
    1. Pengaturan irigasi yang baik
    2. Penggunaan pupuk kimia
    3. Pemilihan bibit unggul
    4. Pestisida atau obat hama kimia
    Diantara komponen revolusi hijau tersebut dua hal yang perlu kita evaluasi yakni pupuk kimia dan pestisida kimia,memang dalam waktu singkat konsep revolusi hijau bisa membentuk negara yang mengadopsi bisa secepat kilat mengalami swasembada pangan seperti negeri yang kita cintai ini ,hanya 2 tahun setelah aplikasi intensif ,bisakah bertahan lama ?ternyata tidak indonesia bertahan hingga tahun1999 swasembada setelah itu ...import beras!!!kenapa hal itu terjadi???aplikasi pupuk kimia dan pestisida kimia telah merusak tanah karena kimia bersifat mengikat unsur hara alami dan membunuh mikroorganisme tanah yang nota bene berfungsi sebagai dekompuser dan penghasil unsur hara.dengan demikian tanah tandus dan gersang.menurut laporan UN Conference on Everonment and Development 1992 (Eart Summit) kandungan mineral tanah pertanian diberbagai bagian dunia telah merosot 55-85% dalam 100 tahun belakangan,ini disebabkan karna aplikasi pupuk kimia dan pestisida kimia pada pertanian.menurut Dr.Hiromi Sinya, MD “kualitas tanaman yang kita makan ditentukan oleh kualitas tanah tempat tumbuhnya “ini berarti dengan pola kimia dan penurunan mineral tanah yakni unsur hara maka tanaman pertanian saat ini sangat rendah mineral dan gizinya untuk dikonsumsi.sehingga tidak heran ada pepatah yang menyidir negeri ini “seperti unta yang mati kehausan dipadang pasir padahal di pundak nya terdapat kantong air”.

    Siapa yang bertanggung jawab terhadap semua ini??seorang pejuang adalah mereka yang tidak mengkambing hitamkan satu sama lain tetapi mereka selalu mencari dan menciptakan solusi terhadap persolan yang terjadi.PT.HCS memberikan solusi terhadap semua ini dengan konsep” Pertanian Berkelanjutan “mengajak masyarakat untuk back to nature dan go to organic mewujudkan kelestarian alam dan mengembalikan kesuburan bumi pertiwi menuju masyarakat Sehat ,Mandiri dan Sukses.
    PT Hidup Cerah Sejahtera membina masyarakat antara lain :
    1. Cara bertani organic
    2. Cara membuat BHOKASI atau pupuk kompos
    3. Cara membuat kosentrat kambing,sapi,ayam dan bebek
    4. Cara membuat pelet atau makanan ikan
    5. Cara berternak sukses tanpa ngarit tanpa angon,limbahnya rama lingkungan
    Berternak 1 ekor kambing dalam 4 tahun berpenghasilan bersih 1,2 milyard
    Ikuti Pelatihannya !!!  GRATIISSS!!

    Rabu, 10 Oktober 2012

    Pelihara Ratusan Kambing Tanpa Harus Merumput


    image
    MEMBERI PAKAN: Peternak Samsudin disaksikan Kades
    Majir Budi Sunaryo (mengenakan sarung-red) memberikan pakan
    kepada ratusan kambing yang dibudidayakan, hari ini.
    (suaramerdeka.com/Nur Kholiq)
    PURWOREJO, suaramerdeka.com-Ketersediaan pakan ternak menjadi salah satu syarat utama dalam usaha budidaya hewan ternak. Aktifitas merumput pun menjadi keharusan bagi peternak untuk mencukupi pakan hewan ternaknya, jika tidak ingin hewan-hewan ternak yang dipelihara mati.
    Pada musim kemarau seperti sekarang ini, ketersediaan pakan menurun drastis. Banyaknya rumput dan hijau daun yang mengering mengakibatkan ketersediaan pakan ternak terganggu. Akibatnya setiap musim kemarau para peternak memilih istirahat dan beralih ke pekerjaan lain.
    Namun kondisi itu tidak dialami oleh Muhammad Samsudin (31), warga Dusun Wirokerten RT 1 RW 2 Desa Majir Kecamatan Kutoarjo, Purworejo. Musim kemarau seperti ini saja dia berani memelihara ratusan kambing. Yang lebih luar biasa, kambing-kambing yang dipeliharanya tetap gemuk meskipun dia sama sekali tidak merumput. Bahkan Samsudin berani "nyambi" mengembangkan usaha budidaya bibit jamur tiram.
    Berbekal ilmu peternakan yang didapatkan saat kuliah di Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Sudirman, Samsudin berhasil menemukan terobosan teknik beternak yang mengandalkan pakan apa saja yang ada di sekelilingnya dan selama ini dianggap sampah. "Daun jati kering dan daun bambu saja dimakan oleh kambing saya," katanya saat ditemui hari ini.
    Samsudin menjelaskan, teknik beternak dengan mengembangkan teknologi fermentasi pakan. Dia memanfaatkan daun-daun kering yang ada di sekeliling rumahnya sebagai pakan. Dia memproduksinya dengan teknologi fermentasi sehingga meskipun daun kering tapi hewan ternak tetap lahap menyantapnya. "Kecukupan gizi juga saya perhatikan. Penghitungannya, dalam dua minggu berat kambing saya bisa naik sampai 2 kilogram," katanya.
    Beberapa barang yang difermentasi menjadi pakan antara lain pelepah pohon pisang, daun jati kering, daun bambu kering, jerami kering, rendeng kacang tanah kering, dan jenis-jenis dedaunan lainnya. "Obat probiotik dilarutkan dalam air kemudian difermentasikan ke calon pakan. Selanjutnya diberikan ke hewan ternak. Itu saja sederhana," katanya.
    Beberapa keunggulan dari teknologi ini antara lain daging kambing menjadi rendah kolesterol, serapan gizi makanan lebih maksimal, dan yang pasti tidak menimbulkan bau. "Kotorannya juga jauh lebih subur kalau digunakan untuk pupuk. Saya bisa menjualnya Rp 1.000 per kilogram," katanya.
    ( Nur Kholiq / CN32 / JBSM

    Selasa, 02 Oktober 2012

    Penggemukan Kambing Gibas


    Peternakan kambing gibas Indonesia sebagian besar menggunakan cara tradisional. Di angon, dicarikan rumput dan panen kebanyak hanya 2 kali setahun, saat ada acara qurban atau saat tahun ajaran baru sekolah. Metode peternakan cara tradisional ini tidak efektif. Selain lama dari segi waktu ongkos oprasional juga cukup tinggi

    Penggemukan
    Penggemukan kambing/Gibas adalah pemeliharaan kambing/Gibas dewasa dalam keadaan kurus untuk ditingkatkan barata badannya melalui pembesaran daging dalam waktu relatif singkat (3-5 bulan) pertambahan berat badan bisa mencapai 2-3 kilo per minggu.
    Jenis-jenis kambing dan Gibas potong
    1. Kambing Peranakan Etawa (PE): Kambing ini pada dasarnya adalah penghasil susu, selain itu juga sebagai penghasil daging, terutama setelah masa afkir. Kambing Etawa ini bagian hidung ke atas melengkung, panjang telinga antara 15-30 cm, menggantung ke bawah dan sedikit kaku, warna bulu bervariasi antara hitam dan coklat, bulu tebal dan agak panjang dibawah leher dan pundak (jantan), di bagian bawah ekor (betina)
    2. Kambing kacang: Kambing jenis ini cirinya badan kecil dan relatif pendek, telinga pendek dan tegak, jantan dan betina memiliki tanduk, leher pendek dan punggung meninggi, warna bulu bervariasi, ada yang hitam, coklat, merah atau belang hitam-putih.
    3. Gibas Ekor Gemuk: Kambing gibas ini ber ciri bentuk ekor yang panjang, tebal, besar dan semakin ke ujung makin kecil, tidak mempunyai tanduk, sebagian besar bewarna putih, kadang hitam atau kecoklatan
    4. Gibas Ekor Tipis: Kambing gibas ekor tipis ini memiliki ciri tubuh yang kecil, ekor relatif kecil dan tipis, bulu bewarna putih, bertanduk kecil dan melingkar (jantan), tidak bertanduk (betina),

    Pemilihan bibit
    Bibit bakalan yang baik untuk pengggemukan adalah sebagai berikut :
    1. umur antara 4 bulan – 8 bulan
    2. Ukuran badan normal, sehat, bulu bersih dan mengkilap, garis punggung dan pinggang lurus
    3. Keempat kaki lurus, kokoh dan tumit terlihat tinggi
    4. Tidak ada cacat pada bagian tubuhnya, tidak buta
    5. Hidung bersih, mata tajam dan bersih serta anus  bersih

    Tata Laksana Pemeliharaan
    Perkandangan
          Pada umumnya tipe kandang pada ternak Kado adalah berbentuk panggung, konstruksinya dibuat panggung atau di bawah lantai kandang terdapat kolong untuk menampung kotoran. Adanya kolong dapat menghindari kebecekan dan kontak langsung dengan tanah yang mungkin tercemar penyakit. Lantai kandang ditinggikan antara 50 – 80 cm. Bak pakan dapat ditempelkan pada dinding. Ketinggian bak pakan untuk kambing dan Gibas berbeda. Bak pakan untuk kambing dibuat agak tinggi, kira-kira sebahunya karena kebiasaan kambing memakan daun-daun perdu. Untuk Gibas, dasar bak pakan horizontal dengan lantai kandang karena kebiasaan Gibas merumput. Lantai kandang dibuat dari kayu papan atau belahan bambu yang disusun dengan jarak 2-3 cm. Dengan demikian, kotoran dan air kencing mudah jatuh pada kolong, sementara tracak/kaki kado tidak terpelosok/terjepit.
    Ukuran Kandang :
    1,2 m X 1,2 m /3 ekor
          Dasar kolong kandang digali sedalam ±20 cm dibagian pinggirnya dan 30-50 cm pada bagian tengah serta dibuatkan saluran yang menuju bak penampung kotoran. Kotoran kemudian dapat diproses untuk menjadi pupuk kandang. Kebersihan kandang wajib dijaga.

    Pakan
          Pakan utama yang umum diberikan berupa hijauan segar, seperti rumput, legum(daun lamtoro dan turi, dll) atau aneka hijauan (daun singkong (protein cukup tinggi), daun nangka dan daun pepaya). Khusus legume dan aneka hijauan sebelum diberi pada ternak sebaiknya dilayukan terlebih dahulu 2-3 jam dibawah terik matahari untuk menghilangkan racun yang ada dalam hijauan tersebut.
          Selain pakan hijauan, kita menggunakan pakan prebiotik. Dari bahan pakan yang kering. Dengan teknik tertentu kita akan mendapatkan hasil yang lebih baik daripada pakan konvensional. Selain pakannya murah, mudah didapat hasilnya juga memuaskan. Hemat waktu, hemat tenaga dan biaya, bebas angon dan ngarit kotorannya tidak berbau.

    Selasa, 11 September 2012

    Bagaimana beternak menjadikan kita kaya?

    SANGAT BISA! Bahkan hanya dengan modal 1 ekor cempe (anak kambing) dalam waktu 3 tahun bisa menjadi 4 Milyar! Sebuah perhitungan yang nyaris tidak masuk akal, tapi itulah yang giat kami edukasikan.

    Untuk bisa lebih berdaya secara ekonomi, masyarakat harus berinvestasi/menabung, tapi bagaimana dan pola investasi seperti apa yang cocok untuk masyarakat kecil? Jawabnya tidak lain kecuali; BETERNAK. Pola ternak disini adalah penggemukan dengan masa 3 bulan. Kenapa penggemukan, bukan peranakan? Supaya kita lebih cepat mendapatkan hasil dengan waktu yang lebih pendek. Dengan proyeksi pertumbuhan daging (kambing) adalah 2,5kg / minggu maka kambing sudah bisa mencapai bobot ideal konsumsi. Karena tujuan beternak disini adalah investasi maka kambing yang sudah kita pelihara selama 3 bulan dan mencapai bobot ideal itu setelah dijual harus dibelikan bibitan lagi 2 kali lipatnya, dari modal 1 ekor kita belikan bibit 2 ekor, setelah 3 bulan kita beli 4 ekor, terus 8 ekor dan seterusnya sampai 12 kali periode (36 bulan). Bagaimana mungkin kita bisa beternak kambing dengan cara seperti ini? Apakah mungkin melipatgandakan jumlah ternak per 3 bulan? Kalau kita masih beternak dengan cara tradisional jelas tidak akan mungkin. Kita perlu sebuah pengetahuan baru supaya mencapai hasil yang dimaksud. Itulah Tekhnologi Mikroorganisme Matrix yang dikembangkan HCS.


    INFO
    INDOSAT 62811950455
    TELKOMSEL 0811950455

    Jumat, 07 September 2012

    VIDEO KAMBING

    KAMBING MAKAN JERAMI (DAMEN)
    KAMBING MAKAN GEDEBOG
    KAMBING GIBAS MAKAN LAHAB