Kamis, 02 Mei 2013

MANAGEMENT TERNAK

EFEKTIFITAS KERJA
Efektifitas kerja dan kebersihan menjadi bagian dari langkah sukses dalam kegiatan peternakan, SEBAB ini menyangkut energy waktu dan biaya yang akan digunakan. 


Semakin tidak efektif maka semakin tinggi cost yang dikeluarkan.

Beberapa hal yang bisa di manage dalam kegiatan peternakan antara lain:

Management Ternak:

Ini meliputi pola peternakan apakah peranakan, penggemukan atau keduanya. Mencangkup kesehatan dan kebersihan ternak.

Management kandang:
ini meliputi tata letak kandang, penempatan, bentuk kandang, sanitasi, pengairan dll

akan saya bahas secara ringkas:

setiap kegiatan ternak tidak memiliki perlakuan yang sama. Misal: Peranakan atau breeding population adalah peternakan yang di dalamnya berkumpul sejumplah populasi ternak untuk dikembang biakkan, dari sini kita bisa tahu bahwa jumlah betina lebih banyak dari jantan yang kemudian saat melahirkan kita pisah dari populasinya sampai melahirkan, disusui dan natinya anaknya masuk area penggemukan. Dan induknya masuk kembali ke populasi peranakan. Semisal dalam satu kotak idealnya 1 kambing jantan dengan 5 kambing betina. sedangkan

Penggemukanadalah proses menjadikan ternak menjadi dewasa dan gemuk untuk kemudian langsung kita manfaatkan.

Sebenarnya ini soal orientasi profit. Peranakan proffitnya jangka panjang dan penggemukan jangka pendek. Namun keduanya penting, tidak ada yang bisa digemukkan tanpa ada yang di lahirkan.

Kesehatan dan kebersihan ternak juga penting, perlakuan awal ternak sejak kelahiran, perubahan pola makan dari pola biasa ke fermentasi atau menangani penyakit juga perlu di perhatikan. Ini menyangkut soal nutrisi sebab secara langsung berpengaruh terhadap cost dan tenaga yang kita keluarkan. Proses cheking keluar masuk ternak memudahkan evaluasi. Semisal memberi tanggal, pencatatan pakan, dll. Ini sebagai survai kecil yang nantinya bermanfaat.

CONTOH KANDANG ke 1
Managemen Kandang
Kandang yang bagus adalah kandang yang tidak merepotkan. Kokoh, bentuk mudah di akses, penempatan pakan memadai, tempat pengolahan pakan ada, tempat menampung kotoran rapi, pengairan cukup, sanitasi dll akan menentukan kebersihan kandang kita. Kandang yang rapi dan bersih berpengaruh terhadap selera makan ternak, dan selera makan mempengaruhi pertumbuhan ternak.

seperti contoh gambar. Kandang di atas

Penataan kandang yang ribet, barang barang tercecer di mana mana, susah dijangkau mungkin itu biasa dan mungkin kita cuek akan hal itu. Tapi perlu diketahui bahwa banyak waktu kita terbuang. Sama sama 1 jam peternak dengan managemen yang baik mampu mengurus 20-50 ekor sendirian tapi ada yang kesulitan walau hanya mengurus 10 ekor.

atau kandang yang ter integrasi dengan pengolahan limbah untuk dijadikan biogas, dll semua ada ilmunya. 

Mudah mudahan ini bisa menjadi inspirasi

INFO
INDOSAT 62811950455 
TELKOMSEL 0811950455

LIHAT JUGA VIDEO KAMBING TERBARU
Bantu kami menyebarluaskan ilmu ini semoga bisa menjadi amal kebaikan bagi anda dengan menshare ke media sosial dibawah ini. Terimakasih

Kamis, 18 April 2013

BERKEBUN DI MUSIM KEMARAU

Polybag Gulung
Bagi sebagian petani atau yang hobi berkebun maka musim kemarau menjadi kendala tersendiri.. kebutuhan air saat musim ini sangat banyak karena cepatnya penguapan yang terjadi akibat panas.


Ada pula yang tidak berkebun karena air untuk minum/ memasak menjadi prioritas dibanding untuk menyirami tanaman.

Berkebun dengan Polybag gulung sudah lama ada, poliybag gulung biasanya untuk skala perkebunan besar. Kelebihannya, Mudah di pasang, mampu menahan penguapan air, mudah di aplikasikan. Namun sistem ini juga memiliki kekurangan yaitu air tetap terserap kembali ke tanah karena air tidak ada yang menahan.dan biasanya polybag tidak awet.

Jika dibanding dengan sistem tanam tabung ke dalam tanah maka sistem ini lebih menguntungkan, sebab proses penguapan dan penyerapan air kembali ke tanah lebih lama dan kita bisa memasukkan pupuk cair langsung tepat sasaran ke akar dan ini pas untuk skala kecil. Walau demikian sistem ini akan cukup merepotkan jika digunakan untuk menanam pada skala besar.

Kita bisa memanfaatkan botol bekas tapi jangan yang terbuat dari logam. Teknologi pengairan sederhana ini di tambah pupuk Bhokasi dari fermentasi SOC menjadikan tanaman tetap segar dan hasil melimpah. TAnah dan air elemen wajib untuk menanam.

Mudah mudahan teknologi jadul ini bisa di ramaikan kembali

HASIL TANAM DI MUSIM KERING




INFO:
62811950455
Bantu kami menyebarluaskan ilmu ini semoga bisa menjadi amal kebaikan bagi anda dengan menshare ke media sosial dibawah ini. Terimakasih

Rabu, 10 April 2013

Senin, 08 April 2013

Berternak dan Bertani Mandiri itu penting


Harga pangan naik itu rutinitas tahunanJakarta. Nyaris setiap tahun masyarakat Indonesia merasakan kenaikan harga bahan pangan. Silih berganti bahan pangan melonjak harganya, mirip hasil kocokan arisan. Tahun lalu, harga kedelai melonjak tak terduga. Tahun ini, giliran harga bawang merah, bawang putih, kedelai, cabai rawit merah, dan daging sapi.

Lonjakan harga bawang merah dan bawang putih yang terjadi selama beberapa pekan ini, misalnya, sungguh luar biasa. Harga dua macam bawang itu masing-masing melonjak tiga kali lipat dan empat kali lipat! Hasil pantauan KONTAN pada Kamis (28/3) di Pasar Induk Kramat Jati Jakarta Timur, harga bawang merah masih di kisaran Rp 45.000–Rp 55.000 per kilogram (kg). Bandingkan, sebelumnya, harga bawang merah anteng di Rp 18.000 per kg.

Harga bawang putih yang biasanya juga cuma Rp 18.000 an per kg, malah sempat melonjak tak karuan hingga Rp 72.000 per kg. Pada titik tertinggi itu, pedagang di Pasar Induk Kramat Jati sempat kulakan dari importir di harga Rp 55.000 per kg. “Kenaikan harga bawang kali ini sungguh-sungguh luar biasa keterlaluan,” kata Antoni, seorang pedagang di Pasar Induk Kramat Jati Jakarta.

Lagi-lagi infrastruktur

Tahun lalu, kita juga merasakan kenaikan harga beras. Beras kualitas medium yang umumnya menyandang banderol Rp 6.000 per kg, saat itu harus ditebus pada harga Rp 9.000 per kg. Bahkan, harga kedelai yang melompat 35% menjadi Rp 8.000 per kg membuat perajin tempe dan tahu menutup produksi.

Fakta silih berganti lonjakan harga bahan pangan ini menimbulkan pertanyaan ihwal keberadaan pemerintah dalam mengamankan pasokan pangan bagi warganya. Nuansa adanya faktor “kesengajaan” setiap kali harga bahan pangan melonjak begitu kental. Sayang, sejauh ini tak ada bukti kuat. .. 
Sumber (http://nasional.kontan.co.id/news/harga-pangan-naik-itu-rutinitas-tahunan/2013/04/03)

Banyak media menceritakan kenaikan harga pangan, pengamat berkata: ini salah pemerintah. Pembaca sekalian saya ingin mengatakan bahwa menanggapi masalah ini berlebihan tidak akan menyelesaikan persoalan pangan di dapur kita. Kemampuan daya beli di tentukan kerja keras dan usaha kita, mencela dan menyalahkan justru membuang waktu produktifitas kita. Apalagi menyalahkan pemerintah. sudah saatnya kita kreatif, keberadaan kita bukan menjadi beban negara tapi berkontribusi bagi negara, minimal kita bisa memenuhi pangan kita. Jika bisa GRATIS kenapa
harus BELI?

Iya sekarang harga pangan naik. Kenapa naik? ada banyak faktor.. cuaca, Infrastruktur, Lahan sempit, SDM tidak berkualitas, Ilmu dll. 

Saya ambil contoh: 
  • Sekarang lahan sawah makin sempit, karena banyak di bikin perumahan
  • Lahan sawah juga semakin tidak subur karena penggunaan pupuk kimia berlebih
  • Generasi muda yang mau bekerja di sawah juga makin langka.
  • Petani masih menggunakan pola tradisional dengan ilmu nenek moyang
  • di dukung infrastruktur yang tidak layak
  • pungli dimana mana..
jika demikian wajar jika harga naik.

Nah sudah saatnya kita memulai swasembada pangan keluarga.. kalaupun harus beli gak usah semua harus ada yang bersal dari kebun sendiri. 

Banyak lho yang bisa di praktekkan, hanya dengan modal minim, tanah sempit, kotoran ternak kita sudah bisa mandiri. 
Untuk dapat ilmu pertanian peternakan yang praktis, gak perlu mahal. asal ada kemauan pasti ada jalan.

Semoga ini bisa menjadi pemikiran bersama, mari bertani mari berternak mandiri.  

Selasa, 26 Maret 2013

AYAM ORGANIK YANG BAIK


Daging Ayam
Ketika Kita pergi ke toko atau pasar unggas yang menjual daging ayam, Kita dihadapkan dengan berbagai pilihan ayam. Memilih antara ayam yang dipelihara di alam bebas, setengah bebas dengan pakan yang mengandung hormone pertumbuhan atau ayam yang menggunakan pola organic. Sebagai masyarakat awam kita tidak tahu dan kadang tidak peduli. Kita juga mungkin bertanya-tanya apakah ayam organik bernilai tinggi, apa saja kelebihannya. Kadang kita tahu namun kita ber asumsi bahwa ayam organic itu mahal harganya..

Pengertian
Makanan organik yang ditanam dan diproses itu, berbeda dengan makanan produk pertanian konvensional. Daging, seperti ayam, yang diberi makan pakan organik dengan yang dibiarkan hidup liar itu berbeda. Ayam organik menerima diet seimbang berada di lingkungan yang bersih dapat membantu mengurangi kecenderungan penyakit. Penggunaan antibiotik dan pakan yang terbuat dari bagian-bagian hewan lain tidak digunakan dalam peternakan ayam organik. Sementara ayam konvensional tidak terawat dan terjaga dari segi makanan dan kebersihan.

Kesalahpahaman
Beberapa orang percaya bahwa ayam organik lebih unggul karena petani tidak diperbolehkan untuk
menggunakan hormon pertumbuhan pada hewan. Ya ini memang benar. Ayam organic memang memiliki banyak kelebihan disbanding ayam konvensional. Daging lebih empuk dan rasa lebih enak.

Kandang Ayam
Makan ayam produk organik dapat membantu membatasi ekspos terhadap pestisida dan kimia berbasis pupuk. Peternakan ayam organik lebih bersih dan mungkin lebih ramah lingkungan. Memilih ayam atau daging lain yang tidak mengandung antibiotik dapat membantu mencegah perkembangan bakteri resisten. Kita mungkin memilih ayam organik karena tampaknya menyiratkan bahwa ayam itu diperlakukan dengan cara yang lebih manusiawi selama hidupnya. Beberapa orang menemukan mereka lebih suka rasa ayam organik. Itu sebuah kesalahpahaman. Maksud saya secara alami ayam itu hidupnya di biarkan liar namun tetap harus di beri kesempatan untuk hidup liar di lingkungan yang terjaga kalau dalam bahasa inggris istilahnya free range chicken. ( Ayam yang diberi kebebasan pada lingkungan tertentu di alam terbuka/ tidak berada di kandang sistem bateray terus menerus)

Biaya dan Penampilan
Ayam organik harganya hampir dua kali lipat ayam konvensional. Ayam organik mungkin terlihat sedikit berbeda dari ayam konvensional. Ayam sering lebih kecil dan pucat karena tidak mengandung pewarna atau larutan garam untuk pengawetan.

Pertimbangan
Meskipun ayam organic baik tapi, Ingat tidak ada jaminan bahwa label "organik" selalu ayam organic kecuali kita benar benar mengetahui itu label yang bisa dipercaya. Dan ayam organik terbaik adalah ayam hasil peliharaan kita sendiri.

Saya juga ingin memulai setelah mendapat ilmu ini

Jadi mulai sekarang yakinlah bahwa berternak ayam itu menguntungkan selama disertai ilmu yang baik..
organic chicken, chicken feed, free range chicken, pellets, natural XSM84F557NEJ

KLIK JADWAL PELATIHAN

INFO
INDOSAT 62811950455
TELKOMSEL 0811950455

Bantu kami menyebarluaskan ilmu ini semoga bisa menjadi amal kebaikan bagi anda dengan menshare ke media sosial dibawah ini. Terimakasih

Sabtu, 16 Maret 2013

SISTEM 3 IN 1

Sebenarnya nama yang lebih cocok bukan 3 in 1 tapi sistem integrasi. Mungkin ilmu ini sudah lama ada namun bagi saya ini ilmu baru yang saya terima sekitar 3 bulan yang lalu dari Bapak Rudi. Beliau adalah seorang  pengusaha, juga seorang peneliti yang pernah belajar ilmu pertanian dan peternakan 3 tahun di Jepang dan 1 tahun di Thailand.  Ini isi dari dilaog kecil yang membuka wawasan saya.Saya ingin berbagi cerita pada pembaca semoga ini menjadi inspirasi dan membawa manfaat.

Sebenarnya setiap manusia bisa makan enak bergizi tanpa harus beli. yang menjadi alasan hanyalah mau dan tidak mau. Punya kemauan untuk maju, mau belajar, dan mau merusaha mewujudkan.

mari kita ambil contoh: 

yang disebut bergizi itu apa? 4 sehat 5 sempurna atau 4 sehat saja? jika demikian maka sederhana.. berikut hitungan kongkritnya soal makan bergizi tanpa punya gaji.

Jika dalam 1 rumah tangga berisi 4 anggota keluarga yang kebutuhan makan per hari nya rata-rata 1 kilo.
Dengan masa panen padi 3 bulan = 90 hari.
Maka sebenarnya kita hanya membutuhkan 90 Kg beras selama 3 bulan.

Nah, definisi makan enak kan biasanya ada ikan, telur, daging dan sayuran. Lantas darimana kita bisa menghasilkan beras jika sawah saja tidak punya? lahan saja sempit..?

ini dia jawabannya.! dan inilah gambarnya


Denah Tampak Samping
Kita bisa memanfaatkan luasan atap kandang untuk tempat menanam sayur dan padi dalam polybag dimana tanah Bhokasi / komposnya kita ambil dari kotoran ayam atau kelinci yang difermentasi, dan sebagiannya bisa digunakan untuk bahan pelet ikan di bawah kandang.

mudah bukan..
Berapa polybag dan berapa luas kandangnya? belajar dahulu

Apa saja keunggulannya:
  1. Tidak perlu punya lahan yang luas
  2. Tidak ada yang terbuang
  3. Hemat tempat dan biaya
  4. dan semua Organik tanpa kimia 
  5. Mudah di aplikasikan jika tahu ilmunya.
  6. Semua bernilai ekonomis.
Maka: 
Jika kita perlu padi tinggal panen, jeraminya bisa difermentasi untuk pakan atau pupuk, kotorannya bisa untuk pakan ikan atau pupuk juga, perlu protein tinggal ambil telur ayam, perlu ayam tinggal menyembelih sendiri, perlu ikan tinggal ambil.. Pingin sayur tinggal metik, pingin sambal tinggal petic cabe sindiri. So.. jadi minim uang belanja bukan.?

Jadi, inilah sistem kandang integrasi atau yang saya sebut 3 in 1.

Padi yang ditanam adalah padi menggunakan sistem hcs dengan tanah bhokasi
Kandang model ini cocok untuk berternak ayam petelur atau ayam pedaging.
Ikan yang biasa di pelihara adalah ikan lele.

Seperti yang kita tahu para peternak ayam/unggas, budidaya ikan dan petani pengeluaran terbesar adalah untuk tenaga oprasional, pembelian pakan dan pupuk. Nah. mudah mudahan dengan ini kita bisa membantu meringankan beban ekonomi keluarga, syukur syukur memilki kelebihan sehingga bisa berbagi dengan yang lain.

mari kita lihat info harga maret 2013

Beras Organik di pasaran Rp 10.500/Kg
Daging Ayam Rp. 22.500/kg
Telur ayam Rp 20.000/kg
Ikan Lele Rp. 9.000/kg
Cabe Rp 60.000/kg
Pelet Ikan Rp 5.500/kg

Berapa yang bisa kita hemat dan kita hasilkan dengan sistem ini jika kita bisa memenuhi sendiri tanpa beli?

Info harga UPDATE monggo cek sendiri di mbah google

Demikian semoga menjadi inspirasi, tentang apa, kenapa, bagaimana semua ada ilmunya.

Info
Indosat 62811950455

Rabu, 13 Maret 2013

Harga Bawang Naik !!!


TEMPO.CO, Bandung - Sejak harga bawang meroket, sejumlah pedagang sayuran di Bandung memilih tidak menjual dua komoditas holtikultura tersebut. Kenaikan harga dinilai tidak wajar. Kenaikan harga komoditas tersebut telah terjadi sejak awal Februari lalu. Sebelumnya, harga bawang merah dan bawang putih berada di kisaran Rp 16.000–Rp 18.000 per kilogram. Saat ini, harga bawang putih melonjak menjadi  Rp 72.000 per kg dan bawang merah Rp 48.000 per kg. 

Saat ini Harga Bawang melonjak drastis.!!! .. Terlepas dari persoalan politik pemerintahan, ekspor, impor, atau apalah itu.... mari kita berfikir dari sudut pandang pertanian saja

Seberapa Sulit Sih Menanam Bawang ???
La wong sama-sama tumbuh di tanah juga.

Biarlah bawang putih itu MAHAL, yang penting kita berusaha  memenuhi kebutuhan bawang kita sendiri. Caranya bagaimana ? Apakah menanam bawang putih dan bawang merah itu itu sulit, sehingga stok bawang sangat tergantung impor dan cuaca. Mari kita tanam bawang yo, saya sendiri belum menanam bawang, tapi penasaran juga hehehehhe....

Musuh utama bawang biasanya adalah cuaca yang banyak curah hujan, sehingga akarnya busuk. Makanya saya menggunakan  SOT yang  dapat mencegah atau mengurangi gugur bunga dan buah, dan juga memperkuat jaringan pada akar dan batang. Daya tahan tanaman terhadap serangan fungi / cendawan akan meningkat dan juga baik untuk mencegah wereng dan lainnya. Mudah-mudahan bawang yang akan saya tanam tidak kenal musim.


Saya bukan petani bawang, hanya seseorang yang ingin memanfaatkan lahan untuk memenuhi kebutuhan sendiri. Sebagaimana kata pepatah "kalau bisa GRATIS kenapa BAYAR?".

PEMILIHAN BIBIT BAWANG PUTIH

Pemilihan bibit bawang yang berkualitas itu penting, sebab dari bibit berkualitas akan memberikan hasil yang maksimal. ya kan?
  1. Cara membeli bibit, dengan cara ini pemilihan bibit cukup efektif dari segi waktu tidak harus menanam bibit sendiri yang membutuhkan waktu. Jika beli bibit yang perlu diperhatikan adalah  ukuran umbi nya. Pilihlah ukuran umbi yang kecil atau yang sedang. Selain harganya relatif lebih murah penanganan nya pun lebih mudah. Kalau bisa beli bibit yang sudah bersertifikat karena kualitasnya terjamin.
  2. Bikin bibit sendiri, pada pilihan  ini yang perlu diperhatikan adalah bibit yang berasal dari pertumbuhan sehat, normal, tanpa cacat dan bebas penyakit. Untuk bibit sendiri, sebaiknya gunakan tempat khusus untuk menanam, jangan sampai tercampur dengan tanaman yang akan dikonsumsi. Jarak yang ideal untuk bibit ini yaitu 10cm x 10cm. Dengan jarak tanam tersebut akan menghasilkan umbi bawang putih berukuran sedang yang lebih tinggi  dan berjumlah lebih banyak.
Kebutuhan bibit untuk budidaya bawang putih tergantung luas area, ukuran bibit, dan jarak tanam. Jika jarak tanam yang dibuat antara 10-15cm, maka bibit yang dibutuhkan ±600.000 buah suing setiap hectare. Jika setiap suing beratnya 3 gram, bibit yang dibutuhkan sekitar 1.350-1.400 kg bawang putih setiap hectare.
Pertanyaannya kita punya lahan berapa?

Bibit Bawang Merah

Bibit bawang merah yang siap tanam ialah bibit yang telah di simpan selama 2-3 bulan. Umbi yang akan di gunakan sebagai bibit haruslah umbi yang mempunyai titik-titik tumbuh akar atau telah muncul tunas-tunas nya. Selain itu, umbi juga harus berasal dari tanaman yang sehat dan dipanen pada usia tua. Umbi yang sudah tua berasal dari tanaman yang di panen saat usia 70-90 hari. Pada umur tersebut pertumbuhan calon tunas dalam umbi sudah penuh.
Umbi yang di panen dari tanaman bawang merah yang telah tua terlihat padat dan berisi. Jika umbi terasa  lunak atau kurang padat pada saat di pegang, berarti umbi tersebut berasal dari tanaman yang belum terlalu tua saat di panen. Umbi yang berasal dari tanaman yang sehat, warnanya akan terlihat cerah, mengkilap, segar, dan tidak kisut. Selain itu, tidak nampak warna hitam yang menandai adanya serangan penyakit yang di sebabkan oleh jamur.

Umbi yang akan di gunakan untuk bibit, sebaiknya yang ukuran sedang. Umbi yang terlalu kecil akan mudah busuk jika di tanam. Selain itu, umbin berukuran kecil akan menghasilkan tanaman yang pertumbuhannya kurang baik dan hasilnya sedikit. Umbi yang besar akan menghasilkan pertumbuhan yang cepat dan sehat. Hanya saja, umbi yang besar harganya jauh lebih mahal. Oleh karena itu, banyak petani yang menggunakan bibit berukuran sedang. Umbi untuk bibit haruslah yang ukurannya seragam, tidak luka, atau tidak sobek kulitnya.

Sebelum di tanam, kulit luar bibit bawang merah yang mengering dan sisa-sisa akarnya harus dibuang. Selain itu, bagian ujung umbi dipotong dengan pisau bersih kurang lebih 1/3-1/4 bagian dari panjang umbi. Saat memotong haruslah hati-hati agar tunas nya tidak ikut terpotong. Tujuan pemotongan ini adalah agar umbi tumbuh merata, untuk merangsang tumbuhnya tunas, mempercepat tumbuhnya tanaman, merangsang tumbuhnya umbi samping, juga mendorong terbentuknya anakan. Sebelum ditanam, luka bekas pemotongan harus dikeringkan terlebih dulu. Ini untuk mencegah terjadinya pembusukan.

Jumlah bibit yang di gunakan tergantung pada ukuran bibit dan jarak tanam. Jika ukuran bibit kecil, bibit yang digunakan makin banyak. Sebaliknya, jika ukuran bibit besar, maka makin sedikit jimlah bibit yang diperlukan. Demikian juga dengan jarak tanam. Semakin rapat jarak tanam, semakin banyak bibit yang digunakan. Semakin renggang jarak tanam, semakin sedikit bibit yang dibutuhkan.  Namun. Jumlah bibit yang digunakan dapat diperkirakan. Satu hektar lahan membutuhkan sekitar 600-800 Kg bibit.

Yuk Mari akhir pekan ini "berekreasi" bersama keluarga di kebun... Semoga menyenangkan.. :-D

Mungkin kalau seperti yang di lakukan seperti bapak Ir Hm Suhadi dibawah ini bisa menjadi inspirasi
Tanam bawang berjenjang di media paralon
(sumber gambar: http://media.viva.co.id/thumbs2/2010/07/07/92547_ir-hm--suhadi-dengan-tanaman-bawang-merah-yang-ditanam-berjenjang_663_382.jpg)

.